Wednesday, July 20, 2011

Kata Takeshi Kaneshiro mengenai cintanya

Akhir-akhir ini, Takeshi Kaneshiro sedang sibuk mempromosikan film terbarunya, Wu Xia, di China. Akhir Juni lalu, ia bersama dengan sutradara Peter Chan Ho Sun dan Wai Ying Hung menghadiri konferensi pers yang diadakan di Cheng Du, Si Chuan, dan akhirnya bersedia mengungkapkan mengenai kehidupan cintanya.

Baru-baru ini, media sempat memergokinya sedang berkencan dengan seorang wanita misterius, dan hubungan mereka sepertinya cukup dekat. Meskipun manajernya sempat menyatakan bahwa mereka tidak terlibat hubungan cinta. Namun dalam konferensi pers tersebut, saat ditanya apakah ia memang sedang dirundung cinta atau berita tersebut hanya merupakan salah satu trik "dagang" untuk mensukseskan beredarnya Wu Xia, Takeshi mengatakan, "Sebelumnya manajer saya sudah menjelaskannya. Memang apa yang terjadi tidak seperti yang terlihat. Tapi orang-orang yang mengenal saya pasti tahu jika saya tidak akan menutup-nutupinya dan itu bukan hanya sekedar untuk kepentingan promosi saja. Dan sekarang jadwal Wu Xia dimajukan sebulan, sehingga jadwal promosi sebagian pemerannya menjadi berantakan. Sekarang, kami berusaha untuk mengaturnya dengan sebaik mungkin. Terima kasih kepada rekan-rekan media atas perhatian dan dukungannya."

Ia juga menceritakan pengalamannya saat mempersiapkan diri untuk mengikuti syuting Wu Xia. Katanya, dalam film itu ia akan berbicara dengan dialek Si Chuan, untuk pertama kalinya. Untuk itu, tim Wu Xia bahkan sempat menyewakan seorang guru untuk melatihnya, dan guru tersebut merasa sangat puas dengan penampilannya, sehingga setidak-tidaknya telah memberikan 80 poin untuknya. Peter Chan juga memuji dedikasi yang ditunjukkan Takeshi.

Setiap hari, setelah selesai syuting, ia selalu meminta naskah yang akan digunakan pada syuting hari berikutnya, agar gurunya bisa merekamkan kalimat-kalimat tersebut ke dalam MP3 playernya, untuk kemudian digunakannya saat berlatih. Baik di film, maupun dalam kehidupan nyata, biasanya Takeshi Kaneshiro tidak akan melakukan hal-hal yang berbahaya. Tapi penggunaan dialek Si Chuan dalam film ini diumpamakannya seperti berada di puncak tebing, di mana ia harus memutuskan apakah ia perlu melompat atau tidak. Dan sebagai sutradara, tentunya Peter Chan harus melompat bersamanya.

Sumber: hktopten

 

No comments:

Post a Comment